Archive | Uncategorized RSS feed for this section

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Tinjau Isoter Asrama Haji Pekanbaru

 

 

PEKANBARU – Dalam kunjungan kerjanya ke Riau, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung mengunjungi Isolasi Terpusat (Isoter) Asrama Haji Pekanbaru, pada Kamis (24/2/2022).

Kapolri yang datang didampingi Asrena Kapolri, Aslig Kapolri, Kadiv Propam Polri dan Kadiv TIK Polri disambut Kapolda Riau, Wakil Gubernur Riau, Danrem 031/WB serta Ketua DPRD Riau beserta Forkopimda.

Kapolri dalam kunjungan ke Isoter Asrama Haji menyempatkan berdialog dengan menyapa masyarakat yang terpapar Covid-19 yang sedang menjalankan isolasi di Asrama Haji Pekanbaru melalui sambungan virtual.

Listyo mengatakan, untuk Isoter Asrama Haji menyiapkan 513 tempat tidur bagi masyarakat yang terpapar Covid-19, hingga saat ini sudah terisi 155 tempat tidur.

“Jadi kita sudah pertanyakan langsung Dokter dan Nakes serta masyarakat yang melaksanakan isolasi, tadi dilaporkan bahwa dari sisi pelayanan kemudian obat-obatan yang tersedia, termasuk makanan tempat tidur dan sarana yang lain dalam keadaan sangat baik,” ujar Kapolri.

Kapolri juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Riau yang telah menyiapkan Isoter Asrama Haji dengan baik.

“Ini juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang saat ini terpapar varian baru Omicron khsususnya. Karena ada resiko walaupun sudah vaksin pun akan terpapar walau tingkatnya jauh lebih rendah dripada yang belum vaksin,” terang Listyo.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengungkapkan bahwa angka positif Covid-19 di Riau mulai meningkat.

“Angka positif Covid-19 saat ini di Riau mulai meningkat dibanding minggu lalu. Dari 7 persen, namun saat ini sekitar 13 persen sampai 14 persen artinya terhadap masyarakat yang kemudian terpapar dan memiliki resiko komorbid walaupun mengalami gejala ringan, saya sarankan untuk melaksanakan kegiatan isolasi terpusat,” sambung Kapolri.

Hal tersebut kata Listyo, tentunya akan mendapatkan perawatan yang lebih baik, jika masyarakat melaksanakan isolasi mandiri, harus memenuhi beberapa syarat.

Lanjut Kapolri, karena memang ada aturan untuk pelaksanaaan isolasi mandiri, harus memenuhi beberapa syarat, serta dilakukan evaluasi dan pengecekan. (*)

 

MS

Kapolri Langsung Tinjau Vaksinasi Di Kabupaten OKI Sumsel

 

 

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi beserta rombongan tiba di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sekitar pukul 10.45 WIB dengan menggunakan helikopter.

Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh Bupati OKI H Iskandar SE bersama Forkopimda Kabupaten OKI.

Kedatangannya dengan menggunakan dua helikopter dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menuju helipad lapangan sepakbola Segitiga Emas, Kayuagung.

Tiba di heliped, Kapolri langsung menuju lokasi pelaksanaan vaksinasi di GOR Biduk Kajang dengan menggunakan kendaraan dinas Kapolri dan kendaraan dinas lainnya yang telah siap di luar lapangan segitiga Emas. (****)

MS

Kapolri Tinjau Vaksinasi Massal di OKI, Capaian Dosis 2 Rendah

 

 

Kapolri Tinjau Vaksinasi Massal di OKI, Capaian Dosis 2 Rendah


SUMEKS.CO, KAYUAGUNG – Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di GOR Biduk Kajang Kayuagung, Kamis 24 Februari 2022.

Pelaksanaan vaksinasi massal tersebut merupakan tahap 2, dengan menyiapkan 2.000 dosis vaksin dosis 2. Targetnya yakni dapat meningkatkan pencapaian vaksinasi dosis 1, 2 dan vaksin booster.

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi mengatakan, kalau sebelumnya angkanya 50 ribu sampai 60 ribu maka dari pelaksanaan ini maka akan bisa mencapai 90 ribu.

“Vaksinasi ini penting dilakukan karena kondisi saat ini varian Omicron masih terus meningkat pergeserannya mulai terasa dari Pulau Jawa dan Bali. Meskipun di jawa trennya menurun, tapi diluar pulau jawa trennya mulai meningkat,” kata Listyo.

“Jadi yang dilakukan saat ini, terus gencar melakukan vaksinasi dosis 1, dosis 2 dan percepatan dosis ke 3 karena ini sangat penting, Indonesia sudah pernah mengalami laju peningkatan varian Delta dan angka kematian sangat tinggi,” tegas Listyo.

Dikatakan, untuk saat ini angka kematian rendah, sekitar 2-3 persen, namun tentunya ini akan mengganggu aktivitas dan tetap beresiko apalagi bagi (masyarakat) vaksinasinya yang belum lengkap. Vaksinasi akselerasi menjadi sangat penting.

“Minimal untuk minggu kedepan ini target vaksinasi dosis 2 minimal 50 persen dan dosis 1 minimal 90 persen. Kecuali di tiga provinsi yang capaian dosis 1 nya masih rendah. Jadi ini terus didorong agar masyarakat semuanya sudah melakukan vaksinasi,” ucapnya.

Apalagi, lanjut Kapolri, melihat titik tertinggi Omicron belum begitu terlihat maka kegiatan vaksinasi harus semakin gencar dilakukan. Kapolri tidak bosan mengingatkan agar masyarakat selalu menggunakan masker apalagi di tempat keramaian.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriyadi menambahkan, sengaja melakukan kunjungan ke OKI, karena capaian vaksinasi dosis 2 disini masih rendah.

Setelah melakukan kunjungan bersama dengan Gubernur Sumsel, H Herman Deru didampingi Bupati OKI H Iskandar SE, Kapolri langsung bertolak ke Riau dan Aceh melihat pelaksanaan vaksinasi disana.

“Dalam kegiatan kali ini juga melakukan video conference bersama dengan 34 provinsi secara virtual. Semua perwakilan memaparkan hasil capaian vaksinasi yang dilakukan di wilayah masing-masing,” kata Supriyadi. (****)

 

MS

 

Pantau Akselerasi Vaksinasi Di Sumsel, Kapolri Dorong Percepatan Target Vaksinasi Dosis Dua dan Booster

 

 

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pelaksanaan akselerasi vaksinasi di Gelanggang Olahraga (GOR), Kajang, Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (24/2/2022).

Kegiatan vaksinasi juga dilakukan serentak di 34 Provinsi.

“Baru saja hari ini saya didampingi pak Gubernur, Kapolda dan Pangdam meninjau langsung kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan. Hari ini dilaksanakan vaksinasi sebanyak 2 ribu orang,” kata Sigit dalam rilis yang diterima, Kamis (24/2/2022).

Kapolri pun mendapatkan laporan bahwa hari ini target pencapaian laju suntikan harian ditingkatkan dari biasanya di angka 50-60 ribu menjadi 90 ribu.

Atas hal tersebut, Kapolri memberikan apresiasi atas kerja sama dari forkopimda baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dan peran serta masyarakat yang bersedia untuk melaksanakan program vaksinasi.

Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini mengingatkan bahwa saat ini varian omicron masih terus meningkat.

Bahkan mulai ada pergeseran ke wilayah luar Jawa dan Bali.

“Walaupun Jawa Bali masih tinggi tapi trennya menurun. Sementara di luar Jawa Bali trennya mulai naik dan kalau kita lihat angka kematian nasionalnya juga neningkat,” ujar Sigit.

Untuk itu, kata Sigit, mau tak mau yang harus dilakukan yakni mempersiapkan masyarakat sebelum varian Omicron ini terus meningkat.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan yakni dengan meyakinkan masyarakat yang sudah melaksanakan vaksin baik dosis pertama dan kedua untuk didorong melakukan percepatan vaksin dosis ketiga.

“Ini penting karena kita pernah mengalami laju varian delta yang sangat tinggi dan dampaknya saat itu luar biasa. Tingkat kematian saat itu tinggi,” ucap Sigit.

Mantan Kapolda Banten ini menuturkan, saat ini angka kematian akibat varian Omicron masih rendah yakni sekitar dua sampai tiga persen.

Namun demikian tentunya ini akan mengganggu aktivitas masyarakat dan tetap berisiko bagi usia lansia yang vaksinasi belum lengkap.

Kapolri pun mengatakan akan meningkatkan target minimal minggu ini dimana seluruh wilayah diharapkan vaksinasi dosis kedua mencapai 70 persen dan dosis pertama 90 persen.

“Ini menjadi sesuatu yang harus dan didorong untuk meyakinkan bahwa masyarakat kita memiliki kesiapan, imunitas sehingga bisa terhindar dari risiko yang pernah terjadi,” tutur Sigit.

Selain vaksinasi, Sigit pun mengingatkan pengetatan protokol kesehatan (prokes), salah satunya pemakaian masker khususnya di tempat-tempat kerumunan agar mencegah laju penularan Covid-19.

Kemudian bagi wilayah yang positivity ratenya tinggi, ia pun mendorong agar dilakukan upaya memaksimalkan tempat isolasi terpusat (isoter), manakala upaya melaksanakan isoman tak berjalan dengan baik.

“Karena di Isoter dokter dan obat-obatannya lengkap dan juga tentunya setiap hari progres kesehatan masyarakat diikuti. Pilihan-pilihan ini menjadi pilihan bagi seluruh wilayah melakukan strategi dalam rangka mencegah laju varian omicron,” papar Sigit.

Terakhir, ia pun mengharapkan jajaran forkopimda baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar selalu kompak dan solid menghadapi Covid-19, khususnya varian Omicron.

“Kita harapkan terus kompak dan bersinergi meyakinkan semua wilayah siap dalam menghadapi varian omicron,” kata Sigit.

Selain meninjau kegiatan vaksinasi, Sigit juga memberikan pengarahan secara langsung kepada seluruh wilayah di Indonesia terkait penanganan dan pengendalian Covid-19. (****)

MS

Tumor diangkat, kaki Sinta Aulia diamputasi hingga pangkal paha

 

 

Jakarta, Rabu 23 Februari 2022 (KATTAKAMI) —- Sinta Aulia, anak asal Rembang Jawa Tengah yang menderita tumor kaki, hari ini telah menjalani operasi amputasi.

Operasi pengangkatan tumor pada kaki Sinta Aulia di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati berjalan lancar dan selesai pada Rabu 23 Februari 2022.

Dalam operasi tersebut, tim dokter melakukan amputasi untuk mengangkat tumor yang diderita Sinta.

Konsultan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Achmad Fauzi Kamal menerangkan amputasi hanya dilakukan sampai pangkal paha Sinta Aulia.

“Sesuai rencana, kita lakukan operasi pada ananda Sinta Aulia, amputasi sebagai pilihan. Amputasi ini setinggi pangkal paha. Secara kasat mata, itu di atas tumor, jadi mudah-mudahan tidak kambuh di lain hari,” ujar Achmad Fauzi, dikutip dari PMJ News, Rabu 23 Februari 2022.

“Kalau sesuai rencana kemo akan dilakukan 2-4 minggu ke depan. Mudah-mudahan minggu ketiga itu kemo sudah bisa dilakukan di RS Dharmais,” sambungnya.

Lebih lanjut Fauzi menerangkan pelaksanaan kemoterapi ini bisa terlaksana 3-4 minggu.

Jika Sinta Aulia bisa survive dengan obat dan tahapan kemoterapi, maka selanjutnya akan dilakukan pemasangan kaki palsu.

“Pada orang dewasa biasanya kita pergunakan kaki palsu itu adalah sekitar 3 bulan, tapi mungkin pada ananda Sinta karena anak-anak, masih panjang perjalanannya. Sehingga kita lihat 3 bulan ke depan, saya kira itu rencana pengobatan untuk ananda Sinta,” pungkasnya.

Sinta Aulia sebelumnya viral karena keinginannya bertemu Kapolri untuk meminta pertolongan karena besarnya keinginan Sinta untuk sembuh.

Selanjutnya atas perintah Kapolri, tim dokter dari Kepolisian menerbangkan Sinta menggunakan Pesawat Helikopter dari Rembang ke Jakarta pada hari Sabtu 19 Februari 2022. Dan langsung di opname di Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

Keesokan harinya, Minggu 20 Februari 2022, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo didampingi istrinya yang juga merupakan Ketua Umum Bhayangkari, Ny Juliati Sigit Prabowo, datang membesuk Sinta di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. (****)

MS

Kapolri Minta Vaksinasi Booster untuk Lansia Dimaksimalkan

 

 

Jawa Barat – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada jajaran TNI, Polri, Forkopimda dan seluruh pihak terkait untuk memaksimalkan akselerasi percepatan vaksinasi booster atau dosisi ketiga bagi kelompok lanjut usia (lansia).

Hal itu disampaikan Sigit saat meninjau pelaksanaan akselerasi vaksinasi di seluruh Provinsi Indonesia, dengan menghadiri secara langsung di Obyek
Wisata Taman Bunga Nusantara, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/2/2022).

“Dalam kesempatan ini juga, kembali saya ingatkan terhadap masyarakat khususnya lansia sesuai Surat Edaran dari Kemenkes bahwa sudah diberikan kesempatan bagi yang sudah tiga bulan untuk bisa melaksanakan vaksin booster ketiga. Tentunya harapan saya ini betul-betul bisa dimaksimalkan,” kata Sigit dalam kunjungannya.

Diketahui, dalam Surat Edaran bernomor SR.02.06/II/1123/2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menyatakan waktu pelaksanaan vaksinasi booster sudah bisa dilakukan dalam waktu tiga bulan setelah mendapatkan vaksinasi kedua bagi kelompok lanjut usia.

 

 

 

Dalam satu minggu kedepan, Sigit mengungkapkan, akan mengejar target dari vaksinasi booster bagi kelompok lansia. Menurutnya, dengan mendapatkan dosis ketiga itu, masyarakat khususnya yang sudah berusia dan memiliki komorbid, akan memiliki imunitas lebih kuat dari paparan virus Covid-19.

“Karena kalau kita lihat bahwa data-data yang rentan memiliki angka fatalitas tinggi tentunya adalah usia lansia yang disertai komorbid ataupun yang vaksinnya belum lengkap. Jadi ini saya harapkan untuk terus bisa dikerjakan,” ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri itu menekankan, untuk mencegah laju pertumbuhan Covid-19 saat ini, khususnya varian Omicron, vaksinasi menjadi upaya penting dalam penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19.

Sebab itu, kata Sigit, kedepannya, capaian target akselerasi vaksinasi dalam rangka mewujudkan kekebalan komunal, akan ditingkatkan jumlah, dari 1,1 juta menjadi 1,6 juta vaksinasi per hari.

“Secara nasional terjadi peningkatan vaksinasi kemarin kita berada di angka 1,1 juta. Hari ini target kita 1,6 juta. Ini akan terus kita jaga dan kita pertahankan, serta kita tingkatkan,” ucap eks Kapolda Banten tersebut.

 

 

 

 

Dengan begitu, Sigit berharap, bisa menghadapi perkembangan pertumbuhan Covid-19 jenis Omicron. Mengingat, menurut Sigit, dari data yang ada tingkat kesembuhan saat ini secara rata-rata nasonal berada di angka 80 hingga 90 persen.

“Tingkat kematian bisa kita jaga walaupun di beberapa wilayah ada yang diangka 5 atau 6 persen. Tapi rata-rata masih berada di angka tiga atau bahkan ada juga yang di bawah angka tiga persen. Ini adalah modal kita untuk kemudian melewati situasi Pandemi khususnya varian baru Omicron,” tutur Sigit.

Sigit optimis tren-tren positif itu bisa dipertahankan dan ditingkatkan. Pasalnya, lanjut Sigit, Indonesia pernah menjadi salah satu negara terbaik dalam rangka penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19.

“Ini harus kita jaga terus, karena ini berdampak tentunya bagi aktivitas masyarakat dan tentunya akan membawa pertumbuhan positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Harapan kita bisa menjaga target Pemerintah diangka 5,5 persen. Ini bisa kita jaga,” papar Sigit.

Tak hanya meninjau, Sigit juga memberikan pengarahan tentang upaya dan strategi menekan laju pertumbuhan Covid-19 di seluruh Indonesia, dengan sambungan virtual. (****)

 

MS

Tinjau Vaksinasi Covid 19 Serentak Bersama Ulama di Pandeglang, Begini Pesan Kapolri Listyo Sigit Prabowo

 

 

Banten —- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan peninjauan vaksinasi Covid 19 serentak yang diselenggarakan Polda Banten, di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten, di Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, Selasa 22 Februari 2022.

Berdasarkan pantauan Kabar Banten di lokasi vaksinasi Covid 19 serentak di Kabupaten Pandeglang tersebut, ada beberapa ulama dan para tokoh agama yang turut berpartisipasi mengikuti vaksinasi Covid 19.

Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Pandeglang tersebut juga diikuti H. Embay Mulya Syarif, KH. Abuya Muhtadi, Ketua MUI Banten KH. Hamdi Ma’ani, Ketua Majelis Mudzakaroh Muhtadi Cidahu M. Abas Ramda, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Anwar KH. Ariman Anwar, Pimpinan Ponpes Al Mubarok KH. Yusuf Al Mubaro dan Ketua Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama Kota Cilegon KH. Hifdullah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga memantau pelaksanaan vaksinasi Covid 19 secara virtual di 34 provinsi seluruh Indonesia.

“Hari ini kita melaksanakan vaksinasi Covdi 19 di Pandeglang yang dihadiri langsung oleh para ulama dan saya mendapatkan informasi bahwa rata-rata ulama yang ada disini saat ini sudah melaksanakan vaksinasi dosis kedua. Jadi ini tentu kabar baik buat kita semua dan tentunya bisa menjadi motivasi bagi masyarakat yang masih ragu-ragu melaksanakan vaksin,” kata Kapolri.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo meminta agar vaksinasi terus digelorakan, mengingat saat ini tingkat penyebaran Covid 19 maupun varian Omicron semakin tinggi.

“Saya minta masyarakat untuk terus waspada namun tidak menimbulkan rasa takut dengan mendorong masyarakat aktif dalam program vaksinasi,” ungkap Kapolri.

 

 

 

Dikatakan Kapolri, sesuai arahan dari Menteri Kesehatan pelaksanaan vaksin booster bisa dilakukan dalam jangka 3 bulan setelah mengikuti vaksinasi dosis II, dan tidak perlu menunggu 6 bulan.

“Untuk melaksanakan vaksin booster tidak harus menunggu waktu 6 bulan, jika sudah 3 bulan sudah bisa melaksanakan vaksinasi booster,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolri mengungkapkan, bahwa untuk mencapai target vaksinasi ini diperlukan soliditas dan kerjasama dari para stakeholders serta masyarakat.

“Indonesia saat ini pada posisi keempat capaian vaksinasi di dunia, diharapkan dapat meningkat lagi,” tandas Kapolri. (****)

MS

Kapolri kunjungi anak penderita tumor kaki di RS Polri

 

 

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memenuhi janjinya untuk mengunjungi Sinta Aulia Mualidiyah (10), anak perempuan penderita tumor kaki asal Rembang, Jawa Tengah, yang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Minggu.

Bersama dengan Ketua Umum Bhayangkari Julianti Sigit Prabowo, Kapolri datang memberikan semangat kepada Sinta untuk menjalani pengobatan hingga sembuh, dan memastikan tim dokter rumah sakit memberikan layanan terbaik.

“Dik Sinta, sekarang sudah ada Pak Kapolri. Tetap semangat ya. Nanti dikasih obat, di minum ya,” kata Sigit, dikutip dalam keterangan tertulis.

Sinta tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (19/2), diterbangkan langsung menggunakan helikopter Polri dari Rembang, Jawa Tengah menuju Jakarta.

Sejak tiba di RS Polri Kramat Jati, Sinta sudah menjalani observasi dan pemeriksaan medis terkait penyakit tumor tulang yang diidapnya. Tim Dokter RS Polri telah disiapkan untuk merawatnya.

Dalam kunjungan tersebut, jenderal bintang empat tersebut menekankan kepada Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri untuk memberikan pengobatan yang terbaik.

Sigit juga memastikan semua kebutuhan Sinta selama menjalani pengobatan dipenuhi dengan baik, dan meminta Sinta untuk menyampaikan kebutuhannya kepada tim dokter.

“Kalau ada apa-apa bilang sama Pak Dokter. Pak Dokter saya ingin begini, ngomong gitu ya. Ingin makan, sebelah sini kok rasanya tidak enak, gitu nanti disampaikan ke Pak Dokter ya. Nanti Dokternya bisa ambil langkah,” tutur Sigit kepada Sinta.

Kepada Sinta dan orang tuanya, Sigit memastikan pihaknya akan berusaha maksimal dan memberikan layanan medis terbaik untuk kesembuhannya.

“Semua sama-sama berdoa berikhtiar semaksimal mungkin supaya ada perbaikan dik Sinta. Di sini yang penting kerasan. Ada perubahan yang penting. Gausah mikirin yang lainnya,” ujar Sigit.

Muhlisin, ayah Sinta berterima kasih atas perhatian Kapolri yang telah memenuhi keinginan putrinya untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Sinta merupakan anak pertama Muhlisin. Sehari-hari Muhlisin bekerja sebagai petani.

“Saya berterima kasih kepada Pak Kapolri yang sangat peduli sama keluarga saya. Sehingga anak saya bisa berobat dengan layak, baik. Saya matur nuwun sanget atas semuanya,” kata Muhlisin.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Kapolri memberikan pesan kepada Sinta agar rajin mengonsumsi obat yang diberikan tim dokter.

Sigit juga berharap Sinta sembuh dan bisa mewujudkan cita-citanya menjadi Polwan.

“Makannya yang banyak ya Dik Sinta. Kami tengokin lagi nanti. Yang penting semangat biar cepat sehat dan cepat sembuh ya,” ujar Sigit.

Sinta Aulia viral di media sosial setelah videonya mengenakan seragam polisi cilik memajang foto Kapolri disampingnya, meminta bantuan kepada Kapolri untuk bisa berobat agar bisa pulih seperti sedia kala.

Kapolri merespon video itu dengan langsung melakukan panggilan video bersama dengan Sinta, dan mendengarkan keinginan anak perempuan berusia 10 tahun tersebut.

Kapolri juga menugaskan jajarannya untuk membawa Sinta dengan helikopter menuju RS Polri, agar mendapatkan penanganan dari tim dokter terbaik. (****)

MS

Penuhi Janji, Kapolri Jenguk Sinta Aulia Anak yang Sakit Tumor Kaki

 

 

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memenuhi janjinya untuk menemui langsung Sinta Aulia seorang anak perempuan penderita tumor kaki yang viral di media sosial (medsos).

Sigit didampingi istri yang merupakan Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo, menjenguk Sinta Aulia untuk melihat kondisinya secara langsung saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (20/2/2022).

“Dik Sinta. Sekarang sudah ada Pak Kapolri. Tetep semangat ya. Nanti di kasih obat, di minum ya,” kata Sigit saat menjenguk Sinta Aulia di kamar perawatan RS Polri, Kramat Jati.

Untuk memastikan kesembuhan Sinta, Sigit pun langsung menanyakan perawatan yang diberikan oleh RS Polri kepada Sinta. Ia menekankan kepada Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri untuk memberikan pengobatan terbaik untuk anak perempuan tersebut.

Lebih dalam, Sigit meminta kepada Sinta untuk menyampaikan apa saja kebutuhan yang diinginkan dan kondisinya setiap saat kepada tim Dokter.

“Kalau ada apa-apa bilang sama Pak Dokter. Pak Dokter saya ingin begini, ngomong gitu ya. Ingin makan, sebelah sini kok rasanya tidak enak, gitu nanti disampaikan ke Pak Dokter ya. Nanti Dokternya bisa ambil langkah,” tutur Sigit.

Dikesempatan yang sama, Ayah Sinta, Muhlisin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolri beserta jajarannya, karena telah memberikan kepedulian dan bantuan yang luar biasa demi kesembuhan putri tercintanya.

“Saya mewakili. berterima kasih semuanya kepada Pak Kapolri, Pak Listyo Sigit yang sangat peduli sama keluarga saya. Sehingga anak saya bisa berobat disini dengan layak, baik. Dan saya berterima kssih kepada semuanya. Saya matur nuwun sanget atas semuanya. Saya tidak bisa berkata apa-apa hanya bisa saya doakan bapak-bapak semua saya yang tak bisa sebutkan satu-satu namanya semoga panjang umur,” papar Muhlisin.

Mendengar ucapan terima kasih itu, Kapolri menyebut bahwa, pihaknya akan berusaha secara maksimal dan memberikan yang terbaik demi kesembuhan Sinta.

“Kita semua sama-sama berdoa berikhtiar semaksimal mungkin supaya ada perbaikan dik Sinta. Disini yang penting kerasan. Ada perubahan yang penting. Gausah mikirin yang lainnya,” ujar Sigit.

Sigit dan Istri kembali memberikan pesan kepada Sinta agar rajin mengonsumsi obat yang diberikan tim Dokter. Ia berharap, dengan begitu, anak perempuan yang bercita-cita menjadi Polwan itu akan segera sembuh dari penyakit yang dideritanya.

“Makannya yang banyak ya Dik Sinta. Kita tengokin lagi nanti. Yang penting semangat biar cepat sehat dan cepat sembuh ya,” ujar Sigit.

“Iya terima kasih Bapak Kapolri,” jawab Sinta.

“Nggih,” ucap Kapolri dengan diakhiri mengelus kepala Sinta.

Sinta Aulia viral dalam videonya di media sosial. Dengan mengenakan seragam polisi cilik serta memajang foto Kapolri disampingnya, ia meminta bantuan kepada Kapolri untuk bisa berobat atas penyakit yang dideritanya.

Kapolri pun merespon video itu dengan langsung melakukan Video Call bersama dengan Sinta. Mendengar keinginan Sinta, Sigit menugaskan jajarannya untuk membawa Sinta dengan Helikopter menuju RS Polri, agar mendapatkan penanganan dari tim Dokter terbaik.

Dalam perbincangannya di Video Call, Sigit pun berjanji akan menjenguk Sinta ketika dirawat di RS Polri. Akhirnya, hari ini, janji itupun terpenuhi. (****)

 

 

 

 

MS

Dibantu Kapolri, Sinta Bocah Penderita Tumor Tulang Tiba di RS Polri Jaktim

 

Jakarta – Sinta Auliya Maulidiyah (10), bocah penderita penyakit tumor tulang di kakinya, akhirnya tiba di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Sinta dibawa dan dirawat di RS Polri setelah videonya viral dan mendapat perhatian dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Tadi sekitar jam 16.00 WIB sudah dibawa menggunakan ambulans, terus ke heli dan langsung berangkat ke Jakarta,” kata Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan saat dihubungi, Sabtu (19/2/2022).

Dalam foto terlihat AKBP Dandy dan jajarannya membantu mengangkat Sinta menggunakan tandu ke ambulans dari rumahnya di Desa Samaran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Prosesi itu juga ditangani langsung oleh tim dokter yang dikirim oleh Kapolri.

Sinta diterbangkan ke RS Polri Kramat Jati menggunakan helikopter Polri. Dia didampingi kedua orang tuanya serta Bhabinkamtibmas yang selama ini ikut membantu Sinta, Bripka Muji Sutrisna.

Sinta dikabarkan telah tiba di RS Polri Kramat Jati kurang-lebih sekitar pukul 19.00 WIB tadi dan langsung mendapatkan penanganan dari dokter.

 

 

 

AKBP Dandy berharap Sinta mendapatkan penanganan yang terbaik agar dapat sembuh dan beraktivitas seperti sediakala.

“Berkat Bapak Kapolri, direspons beliau, dan dikabulkan keinginannya si Shinta ini, ya harapan saya dia segera cepat sembuh, segera sekolah lagi ketemu teman-temannya,” ujarnya.

AKBP Dandy juga menjelaskan, bukan tanpa sebab sosok Sinta ini mengidolakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Sinta mengaku bercita-cita menjadi seorang Polwan. Itu pula sebabnya Sinta dekat dengan Bhabinkamtibmas di desanya, yakni Bripka Muji.

Menurutnya, Bripka Muji sering dimintai tolong oleh Sinta, misalnya saja dibawakan makanan. Permintaan itu pun dipenuhi. Sinta juga kerap bertanya-tanya seputar polisi.

“Si anak ini memang dekat sama Bhabinkamtibmas di desa itu. Sering ngobrol sama dia, sering nanya ‘kalau pimpinannya Pak Bhabin itu siapa?’ Dijawab ‘Kalau di Rembang, Pak Kapolres, terus kalau di Jakarta Pak Kapolri’. Terus dia minta fotonya Kapolri, sama Pak Bhabin dikasih foto itu. Dia pajang fotonya Kapolri di rumahnya,” jelas Dandy.

Hingga kemudian, ayah Sinta memvideokan putrinya itu sambil memegang figura foto Kapolri sambil mengungkapkan keinginannya bertemu sekaligus agar penyembuhannya dibantu.

“Pak Listyo Sigit, saya ingin sembuh, tolong dibantu. Cita-cita saya ingin jadi Polwan,” ujar Sinta dalam video yang beredar viral di medsos.

 

 

 

Dalam video itu Sinta tampak berada di rumahnya yang sangat sederhana.

Sinta mengenakan kostum Polwan sambil memegangi figura foto Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Kakinya yang terkena tumor tulang tampak ditutupi menggunakan selimut.

 

 

 

Kapolri Bantu Penyembuhan, Bawa Sinta ke RS Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya menghubungi Sinta lewat video call, Sabtu (19/2/2022). Sigit menghubungi langsung Sinta di sela kunjungannya meninjau pelaksanaan akselerasi vaksinasi di wilayah Jawa Timur.

“Mbak Sinta, saya sudah dapat informasi kiriman dari TikTok yang dikirim masyarakat dan anak buah saya. Apa yang Mbak Sinta inginkan?” kata Sigit mengawali perbincangan.

“Pengin sembuh, Pak,” ujar Sinta lirih. Dia dalam video tampak terbaring lemah di atas tempat tidur didampingi ibundanya.

“Oke, kalau gitu, gini ya, Mbak Sinta. Habis ini nanti saya kirim tim dokter ke rumah Mbak Sinta. Setelah itu nanti hari ini juga saya minta untuk dibawa ke Jakarta pakai pesawat atau helikopter, nanti terus langsung dibawa ke rumah sakitnya polisi, Rumah Sakit Kramat Jati,” balas Sigit.

Sigit mengatakan, kebetulan dirinya masih bertugas di Jawa Timur. Dia meminta maaf belum bisa menemui langsung dan berjanji setelah tiba di Jakarta akan datang menjenguk Sinta di rumah sakit.

“Nanti kalau saya sudah sampai di Jakarta, saya akan langsung tengok Mbak Sinta,” ucap mantan Kapolda Banten ini.

Sigit mengatakan Sinta boleh dirawat di Jakarta dengan didampingi orang tuanya. Dia juga mempersilakan jika Bhabinkamtibmas setempat, yang selama ini ikut berupaya membantu kesembuhan Sinta, ikut ke Jakarta menemani.

“Mudah-mudahan Mbak Sinta bisa cepat baik ya nanti di sana ya. Selalu semangat,” ucap Sigit.

“Terima kasih, Pak” ucap Sinta.

 

 

 

 

 

Kapolri lantas berbincang dengan ibunda Sinta. Ibundanya menceritakan, Sinta merupakan putri mereka yang pertama. Mereka kesulitan membiayai kesembuhan Sinta karena penghasilan suaminya sebagai petani kecil.

Mendengar itu, Sigit pun berupaya menyemangati. Dia meminta agar orang tua ikut mendampingi Sinta untuk dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Mbak Sinta ditunggu nanti ketemu lagi, sampai ketemu di Jakarta, nggih. Matur nuwun,” ujar Sigit.

Ibunda Sinta hanya bisa menyeka air matanya, terharu mendengar hal tersebut. Dia dan putrinya mengucapkan terima kasih kepada Sigit.

“Nggih, asalamualaikum,” ujar Sinta.

“Waalaikumsalam, nggih,” sahut Sigit. (****)

 

MS

Kapolri Bawa Bocah Sinta Penderita Tumor Tulang ke RS Polri, Janji Jenguk

 

 

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk membawa Sinta (10), bocah penderita tumor tulang ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, untuk mendapatkan perawatan.

Sigit juga berjanji akan menemui Sinta usai kunjungan kerjanya dari Jawa Timur, memantau pelaksanaan akselerasi vaksinasi serentak.

Janji itu disampaikan Sigit saat menghubungi Sinta lewat video call, Sabtu (19/2/2022).

Sosok bocah bernama lengkap Sinta Auliya Maulidiyah ini sebelumnya viral karena videonya yang mengharapkan dirinya bisa bertemu dan mendapat bantuan dari Kapolri.

Dalam perbincangan itu, Sigit mengaku mengetahui kondisi dan keinginan Sinta lewat video yang viral di medsos, juga informasi jajarannya. Dia lantas menanyakan keinginan Sinta.

“Pengen sembuh, Pak,” ujar Sinta lirih. Sinta tampak terbaring lemah di atas tempat tidur didampingi ibundanya.

 

 

 

 

 

Mendengar itu, Sigit lantas mengatakan dirinya akan mengirimkan tim dokter ke rumah Sinta di Desa Samaran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Nantinya tim dokter akan membawa Sinta ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, agar mendapatkan perawatan yang lebih baik.

“Nanti hari ini juga saya minta untuk dibawa ke Jakarta pakai pesawat atau helikopter, nanti terus langsung dibawa ke rumah sakitnya polisi, Rumah Sakit Kramatjati,” balas Sigit.

Kapolri meminta maaf belum bisa menemui langsung karena sedang kunjungan kerja ke Jawa Timur dan berjanji setelah tiba di Jakarta akan datang menjenguk Sinta di rumah sakit.

“Nanti kalau saya sudah sampai di Jakarta, saya akan langsung tengok mbak Sinta,” ucap mantan Kapolda Banten ini.

Kapolri mengatakan, Sinta boleh dirawat di Jakarta dengan didampingi orang tuanya.

Kapolri juga mempersilakan jika Bhabinkamtibmas setempat yang selama ini ikut berupaya membantu kesembuhan Sinta untuk ikut ke Jakarta menemani.

“Mudah-mudahan mbak Sinta bisa cepat baik ya nanti di sana ya. Selalu semangat,” ucap Sigit.

“Terima kasih, Pak” ucap Sinta.

 

 

 

 

Kapolri lantas berbincang dengan ibunda Sinta. Ibundanya menceritakan, Sinta merupakan puteri mereka yang pertama.

Mereka kesulitan membiayai kesembuhan Sinta karena penghasilan suaminya sebagai petani kecil.

Mendengar itu, Sigit pun berupaya menyemangati.

Kapolri meminta agar orang tua ikut mendampingi Sinta untuk dirawat di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

“Mbak Sinta ditunggu nanti ketemu lagi, sampai ketemu di Jakarta, nggeh. Matur nuwun,” ujar Sigit.

Ibunda Sinta hanya bisa menyeka air matanya, terharu mendengar hal tersebut. Dia dan putrinya mengucapkan terima kasih kepada Sigit.

“Nggeh, asalamualaikum,” ujar Sinta.

“Waalaikumsalam, nggeh,” sahut Sigit.

Sebelumnya di medsos viral seorang anak perempuan yang menderita tumor tulang ingin bertemu dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia berharap Sigit juga bisa membantu dalam upaya kesembuhannya.

Anak perempuan yang menderita tumor tulang ini bernama Sinta Auliya Maulidiyah. Dia merupakan warga Desa Samaran, Kecamatan Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

“Pak Listyo Sigit saya ingin sembuh, tolong dibantu. Cita-cita saya ingin jadi polwan,” ujar Sinta dalam video yang beredar viral di medsos seperti dilihat detikcom, Sabtu (19/2/2022).

Dalam video itu Sinta nampak berada di rumahnya yang sangat sederhana. Sinta mengenakan kostum polwan sambil memegangi figura foto Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Kakinya yang terkena tumor tulang tampak ditutupnya menggunakan selimut.

Kaki Sinta Auliya kini telah membengkak cukup besar. Sehari-hari dia kini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur.

Dia berasal dari keluarga yang tidak mampu, apalagi kondisi pandemi COVID-19 membuat perekonomian mereka makin terpuruk. (****)

MS

Tokoh Agama Ikut Vaksinasi, Kapolri: Jadi Penyemangat Kita Semua

 

 

PAMEKASAN – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau pelaksanaan akselerasi vaksinasi Covid-19 di seluruh Provinsi Indonesia, dengan menghadiri secara langsung di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur (Jatim).

Dalam kunjungannya kali ini, Sigit mengaku mendapat kejutan.

Pasalnya, tokoh agama, Kiai serta Ulama, ikut serta dalam proses vaksinasi Covid-19 tersebut.

Kapolri pun mengapresiasi para tokoh tersebut yang sudah mau berperan aktif dalam rangka penanganan dan pengendalian Covid-19 tersebut.

“Saya mendapatkan kejutan untuk saksikan langsung beberapa Kiai hari ini melaksanakan vaksin pertama. Ini jadi penyemangat kita semua. Juga ada beberapa Kiai atau Ulama yang hari ini laksanakan vaksin booster atau dosis ketiga, dan juga ada yang melaksanakan vaksin dosis kedua. Artinya ada progres dan semangat dari para tokoh yang ada serta didukung seluruh masyarakat,” kata Sigit dalam kunjungannya, Sabtu (19/2/2022).

Dengan adanya hal tersebut, Mantan Kabareskrim Polri itu menyatakan rasa optimisnya bahwa pencapaian vaksinasi dapat berjalan lebih baik lagi kedepannya.

Oleh sebab itu, Kapolri menyebut, khusus di wilayah Jatim, angka vaksinasi diharapkan akan jauh lebih baik dibandingkan target yang diharapkan.

Mantan Kapolda Banten itu menjelaskan bahwa, dengan terlaksananya percepatan vaksinasi, maka hal tersebut akan semakin meningkatkan imunitas masyarakat terhadap varian baru Covid-19, Omicron, maupun jenis varian lainnya.

Dan ini semua kita lakukan untuk tingkatkan imunitas dan menjaga kesehatan serta keselamatan masyarakat dari varian varu Omicron. Khususnya bagi masyarakat usia lansia,” ujar Sigit.

Di sisi lain, kata Sigit, walaupun secara umum angka kematian Covid-19 rendah, namun tetap memiliki risiko bagi masyarakat kelompok lanjut usia dan yang memiliki komorbid. Sehingga, menurut Sigit, vaksinasi menjadi upaya terbaik untuk menghindari dari kemungkinan buruk yang terjadi.

“Sehingga satu-satunya yang harus kita lakukan bagaimana meyakinkan kita semua sudah divaksinasi. Karena itu adalah, upaya terbaik yang bisa dilakukan untuk hadapi varian Omicron atau bentuk varian baru yang lain,” ucap Sigit.

Tak lupa, Sigit juga terus mengingatkan kepada masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi bagi yang belum. Sementara, untuk yang sudah di vaksin kedua, apabila sudah memasuki waktunya agar segera mendapatkan vaksin ketiga atau booster di gerai yang sudah disiapkan.

Dengan melaksanakan vaksinasi, Sigit berharap, tingkat imunitas masyarakat terhadap Covid-19 bisa semakin tinggi. Sehingga, lonjakan kasus pertumbuhan virus corona dapat ditekan.

“Terima kasih untuk seluruh masyarakat di Pulau Madura dan Kota Pamekasan hari ini telah semangat melaksanakan vaksinasi. Dengan capaian baik kita semua berdoa bahwa wilayah Pamekasan akan siap hadapi varian baru omicron, tidak ada angka fatalitas dan semuanya selamat serta selalu sehat,” papar Sigit.

Dalam kunjungan tersebut, Sigit juga memberikan pengarahan kepada seluruh Provinsi di Indonesia terkait dengan optimalisasi akselerasi vaksinasi serta strategi penanganan dan pengendalian Covid-19.

Diketahui, target vaksinasi serentak secara nasional yang dilaksanakan pada hari ini sebanyak 1.067.496 orang dengan sasaran yang terdiri dari 788.325 untuk vaksin dosis 1 dan 2, serta 279.171 untuk vaksin dosis 3 (booster). (****)

MS

Kapolri luncurkan program Solo Kota Cerdas untuk tingkatkan pelayanan

 

 

Solo (ANTARA) – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meluncurkan program pelayanan sistem terintegrasi yang serba digital melalui program Solo Kota Cerdas untuk meningkatkan pelayanan publik menjadi semakin baik di Mako Polres Kota Surakarta, Jumat.

Kapolri mengatakan rangkaian acara di Solo Jawa Tengah, antara lain meresmikan gedung pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk Polres Sukoharjo dan Wonogiri, meresmikan rumah susun di Demak dan Banyumas, terakhir meresmikan gedung Mako Polres Kota Surakarta, serta peluncuran Solo Kota Cerdas.

Menurut Kapolri, serangkaian peresmian yang dilaksanakan dipusatkan di Solo. Tentunya bagaimana Polri mewujudkan transformasi pelayanan publik menjadi semakin baik dan dirasakan oleh masyarakat. Pelayanan tidak berbelit-belit, diharapkan ke depan betul-betul dirasakan oleh masyarakat.

Kapolri mengatakan konsep program Solo Kota Cerdas tersebut memadukan pihak kepolisian dan pemangku kepentingan di Kota Surakarta untuk dikolaborasikan. Sehingga, pihaknya bisa memberikan pelayanan dengan memanfaatkan dan memadukan teknologi informasi yang ada.

“Kami secara bersama-sama bisa memberikan pelayanan yang bersifat Traffic Management Centre terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi dan pelayanan cepat untuk mengintegrasikan,” kata Kapolri usai meresmikan Mako Polresta Surakarta dan peluncuran Solo Kota Cerdas.

Hal tersebut, kata Kapolri, tentunya masing-masing bisa saling mengisi dan turun ke lapangan sesuai dengan kebutuhan atau situasi yang ada. Contohnya, tadi ada simulasi kejadian kecelakaan lalu lintas, kriminalitas, dan kebakaran, dimana masing-masing fungsi dengan satu pelayanan yang ada, kemudian terkoneksi, sehingga dengan cepat anggota yang di lapangan melakukan langkah-langkah dari mulai mencari, mengamankan, menangkap pelaku kriminalitas dan secara cepat juga melakukan pemadaman kebakaran.

Menurut Kapolri, hal tersebut dapat dilaksanakan dengan baik karena adanya kolaborasi dan integrasi yang dilakukan. “Harapan kami terus ditingkatkan dan bisa mengevaluasi serta dibandingkan dengan kota cerdas-kota cerdas yang ada di dunia.

“Kami berharap Solo Kota Cerdas menjadi proyek percontohan dan kemudian direplikasi untuk dikembangkan di kota-kota lain hingga tingkat provinsi, ke depan bisa dikembangkan ke tingkat nasional,” harap Kapolri.

Namun, kata Kapolri, proyek tersebut dimulai dari Solo Kota Cerdas. Kenapa demikian, karena antara kepolisian dengan para pemangku kepentingan sudah siap untuk kolaborasi dan bersinergi. Ini menjadi modal yang harus dipertahankan.

“Yang paling penting Solo Kota Cerdas ini betul-betul dirasakan sebagai bentuk pelayanan yang dirasakan oleh masyarakat Solo. Sehingga, Solo menjadi semakin nyaman, aman, dan ‘ngangeni’ sebagai destinasi wisata dan destinasi lainnya yang akan memanfaatkan konsep ini,” kata Kapolri.

Kapolri pada acara peresmian gedung Mako Polresta Surakarta dan peluncuran program Solo Kota Cerdas tersebut, didampingi oleh Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi, Anggota DPR RI Eva Yuliana, Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Firman Santyabudi, dan dihadiri seluruh Kapolres Solo Raya, serta sejumlah pejabat jajaran Polda Jateng. (****)

MS

Presiden pantau vaksinasi serentak tekankan percepatan dosis penguat

 

 

Elshinta.com – Presiden Joko Widodo memantau secara virtual vaksinasi serentak di 12 provinsi sebagai kunci pengendalian COVID-19, terutama di tengah jumlah kasus varian Omicron yang saat ini tengah meningkat.

Dalam sambutannya, Presiden meminta percepatan vaksinasi baik suntikan kedua maupun dosis penguat (booster).

“Kunci dalam pengendalian COVID saat ini, utamanya varian Omicron ada dua, yang pertama kecepatan vaksinasi baik vaksinasi suntikan kedua maupun suntikan penguat atau ‘booster’,” kata Presiden saat meninjau pelaksanaan vaksinasi secara virtual di 12 Provinsi, Kamis 17 Februari 2022.

Presiden menjelaskan selain percepatan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan menjadi kunci dalam pengendalian jumlah kasus aktif COVID-19.

Kepala Negara mengingatkan kembali kepada masyarakat agar taat pada protokol kesehatan, terutama pemakaian masker.

“Kembali saya sampaikan kepada masyarakat mengenai pentingnya protokol kesehatan, utamanya pemakaian masker. Ini penting, diulang-ulang agar seluruh masyarakat taat pada protokol kesehatan,” kata Presiden.

Adapun pelaksanaan vaksinasi serentak dilaksanakan di 12 provinsi di 5.086 titik, antara lain, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Provinsi Aceh, Provinsi Papua Barat, Provinsi Maluku Utara, dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, MSi mengatakan bahwa sasaran peserta vaksinasi serentak mencapai 1.100.656 orang yang diberikan sebagai dosis satu dan dua terhadap tenaga pendidik, lansia, anak usia 5-11 tahun, anak usia 12-17 tahun, dan masyarakat umum.

Sementara itu, dosis ketiga ditargetkan dapat menyasar 264.611 orang.

Stok vaksin yang disiapkan mencakup 241.270 dosis AstraZeneca, 93.718 dosis Moderna, 159.100 Pfizer, 23.063 Sinopharm, 82.428 CoronoVac, 200 dosis Johnson and Johnson, dan 500.877 Sinovac.

“Sementara itu di lokasi Jababeka Convention Center kurang lebih menyasar 10.000 warga lansia, disabilitas, anak-anak, dan masyarakat umum,” kata Kapolri di Jababeka Convention Center, Bekasi, Jawa Barat. (****)

MS

Hadiri Senior Level Meeting, Kapolri Tekankan Densus 88 Kembangkan Kemampuan Hadapi Tantangan

 

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit memberikan pengarahan di acara Senior Level Meeting Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Bali.

Sigit berbicara soal optimalisasi peran stakeholders dan Counterparts yang sinergis dalam rangka penanganan terorisme di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit menyebut bahwa, akan mengembangkan struktur organisasi Densus 88 Antiteror Polri dalam rangka semakin mengoptimalkan peran dari pencegahan dan penegakan hukum terhadap tindak pidana kejahatan terorisme di Indonesia.

“Sejalan dengan tantangan yang meningkat dan semakin kompleks, maka Pemerintah setuju terhadap usulan kita pengembangan struktur Densus 88 Antireror Polri. Alhamdulilah Perpres ditandatangani dan saat ini kita memiliki lima bintang satu. Dan harapan kita tak berhenti dan kita akan kembangkan. Jumlah personel 3.701, saya harapkan berkembang dan bisa dua kali lipat. Sehingga rekan-rekan memiliki kekuatan yang cukup termasuk anggaran, sarana dan prasarana juga ditingkatkan, demikian juga kemampuan yang dimiliki rekan-rekan,” kata Sigit dalam kegiatan itu, Rabu (16/2/2022).

Lebih dalam, selain di skala nasional, Kapolri meminta Densus 88 Antiteror Polri juga harus melakukan pemantauan perkembangan terorisme Internasional.

Sehingga, lanjut Sigit, kedepannya detasemen berlambang burung hantu itu akan bisa beradaptasi dan mengembangkan kemampuan untuk menghadapi segala bentuk tantangan yang ada kedepannya.

Tantangan yang harus segera dijawab, menurut Sigit adalah beradaptasi dengan pesatnya kemajuan perkembangan teknologi informasi (TI). Meskipun hal itu disatu sisi positif, namun di bagian lain, terkadang dapat dimanfaatkan oleh para kelompok terorisme.

Oleh karenanya, Sigit mengungkapkan, Densus 88 Antiteror Polri harus bisa bersinergi serta bekerjasama dengan seluruh institusi terkait di dalam negeri, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun dengan negara lain.

Menurut Kapolri, hal tersebut semakin memaksimalkan pencegahan dan penindakan terhadap seluruh jaringan terorisme.

“Rekan-rekan harus siap menghadapi perubahan. Dan kuncinya belajar meningkatkan kemampuan rekan-rekan, mengembangkan organisasi Densus 88, menambah kapasitas personel. Dan saya yakin sejarah membuktikan rekan-rekan mampu walaupun dinamika terjadi,” tutur Sigit.

Terkait kinerja Densus 88 Antireror Polri selama ini, Sigit memaparkan bahwa, hal itu telah memengaruhi penurunan indeks terorisme sebanyak 52,22 persen yang dimana target dari RPJMN sebesar 54,36 persen.

Tak hanya itu, hal itu juga berdampak pada indeks risiko pelaku terorisme yang saat ini berada di angka 30,29 persen dari target RPJMN 2020-2024 senilai 38,14 persen.

Mantan Kabareskrim Polri itu juga menyatakan, kerja keras dari Densus 88 telah memberikan Multiplier Effect untuk Bangsa Indonesia. Dimana, hal itu berdampak pada meningkatnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Tentunya stabilitas kamtibmas ini menjadi modal dasar dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena salah satu modal investasi baik asing dan dalam negeri. Ini melihat paramater salah satunya bagaimana suatu negara menjaga stabilitas kamtibmasnya,” ujar eks Kapolda Banten tersebut.

Diketahui, di tahun 2020 Densus 88 telah menangkap 232 tersangka kasus terorisme. Sementara, sepanjang tahun 2021 setidaknya sudah ada penangkapan tersangka terorisme sebanyak 370 orang.

Tak hanya itu, Densus 88 Antiteror Polri juga telah melakukan penegakan hukum terhadap kelompok teroris di Poso, saat ini kelompok tersebut tersisa tiga orang DPO dan masih terus dilakukan pengejaran.

Dihadapan personel Densus 88, Sigit juga menyampaikan instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan menjaga stabilitas kamtibmas di tahun 2022.

Mengingat, tahun ini, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam berbagai macam agenda nasional maupun internasional. Diantaranya, adalah MotoGP di Sirkuit Mandalika, NTB hingga rangkaian Presidensi G20.

Presiden Jokowi, kata Sigit, telah menekankan bahwa event internasional dan nasional harus dipastikan berjalan dengan aman dan lancar. Mengingat, hal itu untuk menjaga kehormatan dan kepercayaan Bangsa Indonesia di mata dunia. Sehingga, Sigit menegaskan, dalam seluruh perhelatan harus dipastikan tidak terjadi aksi teror sekecil apapun.

“Jadi ini arahan Bapak Presiden yang tentunya pesan ini amanah bagi institusi Polri dan secara khusus untuk rekan-rekan yang tergabung dalam Densus 88 Antiteror Polri untuk menjaga agar selama proses event tersebut tidak ada serangan teror sekecil apapun. Karena ini menyangkut kesuksesan Indonesia di dalam menyelenggarakan event internasional. Dimana kalau aman dan lancar akan mengharumkan nama Indonesia di mata internasional,” ucap Sigit.

Pada kesempatan ini, Sigit juga menyebut telah memberikan reward kepada jajaram Densus 88 Antiteror Polri yang telah memberikan kontribusi terbaiknya untuk bangsa ini. Di tahun 2020 penghargaan dalam bentuk KPLB diberikan kepada 47 personel. Sementara satu orang KPLBA.

Sedangkan di tahun 2021, terdapat 53 personel yang mendapat KPLB. Disisi lain, pada tahun 2020, 45 personel mendapatkan penghargaan untuk mengikuti berbagai macam pendidikan.

Sedangkan, di tahun 2021, 63 jajaran berkesempatan mengikuti pendidikan. Untuk tahun 2022, ada 22 personel yang meraih pendidikan. Lalu, 74 pin emas telah diberikan Kapolri sepanjang tahun 2021.

“Saya terus berkomitmen untuk memberikan apresiasi dan reward kepada personel yang telah meraih banyak prestasi dan menjadi kebanggaan institusi, masyarakat, negara dan kebanggaan Indonesia di mata internasional,” tutup Sigit. (****)

MS

Kapolri soal Kekerasan di Desa Wadas: Polri Tak Maksud Sakiti Hati Masyarakat

 

 

BALI —-  Komnas HAM menemukan ada sejumlah kekerasan yang dilakukan aparat penegak hukum terhadap warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah saat proses pengukuran lahan tambang andesit untuk pembangunan Bendungan Bener.

Komisi Komnas HAM RI Beka Ulung Hapsara mengatakan, kekerasan di Desa Wadas tersebut menyebabkan banyak orang dewasa dan anak trauma.

Menanggapi hal ini, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo MSi mengatakan, akan membuka ruang diskusi terhadap kekerasan aparat yang ditemukan Komnas HAM.

Kapolri berjanji akan melaksanakan rekomendasi dari Komnas HAM.

“Saya kira kita sama sama transparan dari dulu, dan itu komitmen saya. Kita turunkan tim, kita buka ruang, kita lakukan investigasi yang dilaksanakan teman teman Komnas HAM. Dan tentunya hasilnya kita akan proses kalau ada rekomendasi atau temuan,” kata Kapolri saat memantau kegiatan vaksinasi di Bali, Rabu (16/2/2022).

Kapolri mengatakan, aparat diterjunkan ke Desa Wadas tak bermaksud untuk melukai hati warga. Namun, mengantisipasi terjadinya bentrokan.

“Yang jelas, apa yang dilakukan Polri bukan bermaksud menyakiti hati masyarakat, namun lebih dalam kondisi bagaimana supaya tidak terjadi risiko bentrok yang lebih tinggi,” kata Kapolri.

Rencananya, Desa Wadas akan dibebaskan lahannya dan dijadikan lokasi pengambilan bahan material batuan andesit untuk pembangunan Bendungan Bener berdasarkan surat keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 590/41/2018.

Bendungan Bener adalah bendungan yang terletak di Purworejo. Proyek bendungan ini memiliki kapasitas sebesar 100.94M³. Dan diharapkan dapat mengairi lahan seluas 15.069 hektar, mengurangi debit banjir sebesar 210 M³/detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 1,60 M³/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 6,00 MW.

Proyek itu merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden RI Nomor 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Namun, belum semua warga Desa Wadas setuju dengan pembebasan lahan itu. Ada yang pro dan kontra sehingga saat pengukuran lahan sempat terjadi kericuhan. (****)

MS

Hadapi Omicron, Kapolri Targetkan Polri Bisa Genjot Akselerasi Vaksinasi Hingga 1,1 Juta Orang

 

 

BALI — Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan pengecekan langsung akselerasi vaksinasi COVID-19 secara serentak pada Rabu (16/2).

Titik yang dicek langsung oleh Kapolri bertempat di Discovery Mall, Kuta, Bali. Dari tempat ini dia juga menyapa Kapolda di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan ini Sigit menjelaskan proses akselerasi vaksin menargetkan 1,1 juta orang. Akselerasi dilakukan karena merebaknya varian omicron.

“Omicron sudah meningkat melampaui angka tertinggi varian delta. Harus dilakukan langkah strategis untuk menghadapi hal tersebut,” ucap Sigit.

Percepatan dilakukan khusus kepada mereka yang belum menerima vaksin tahap satu dan dua. Bagi mereka yang sudah lebih dari 6 bulan menerima vaksin tahap dua didorong untuk menerima booster untuk tingkatkan imunitas.

“Kita juga melakukan pengecekan kesiapan rumah sakit khususnya ICU sehingga yang dirawat bisa sembuh,” tambah Sigit.

Pada kesempatan ini Sigit juga menekankan pentingnya protokol kesehatan. Khususnya mengenakan masker untuk mencegah transmisi virus COVID-19.

“Kita ingin tetap jaga situasi tetap kondusif supaya aktivitas ekonomi terjaga kemudian di sisi lain bebas dari penularan omicron,” ucap Sigit. (****)

MS

Kapolri Janji Akan Transparan Terkait Kasus di Wadas dan Parigi Moutong

 

 

BALI —- Terkait kasus bentrokan aparat dengan warga di Wadas, Jawa Tengah dan Parigi Moutong di Sulawesi Tengah, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, MSi menjanjikan adanya transparansi.

Hal itu disampaikannya saat berada di Bali serangkaian peninjauan akselerasi vaksinasi COVID-19, Rabu (16/2/2022).

“Termasuk, kami akan membuka ruang seluas-luasnya kepada Komnas HAM untuk melakukan investigasi dan akan kita proses rekomendasi atau temuan atas pelanggaran yang terjadi,” tegasnya.

“Apa yang dilakukan Polri tak bermaksud menyakiti masyarakat tapi menghindari resiko bentrok lebih tinggi,” tegas Kapolri.

Dia menambahkan, polisi sendiri memiliki SOP untuk penanganan berbagai situasi. Kapan harus dialog dan kapan harus melakukan tindakan tegas terukur. “Kita sudah berikan arahan (kepada anggota) dan tentunya diikuti,” ucap Sigit.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, polisi pun mengedepankan dialog dalam menyelesaikan masalah. “Selesaikan masalah sebelum jadi besar. Polisi jadi problem solver sehingga bisa berkomunikasi dengan semua pihak,” kata Sigit. (****)

MS

Arahan Kapolri ke Jajaran: Lakukan Evaluasi, Tingkatkan Akselerasi Vaksinasi

 

 

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh jajarannya terus melakukan evaluasi penyebab meningkatnya angka harian COVID-19 di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut perlu jadi perhatian serius untuk menyiapkan antisipasi dan strategi dalam rangka penanganan dan pengendalian pandemi COVID-19.

“Ini menjadi perhatian kita semua walaupun di satu sisi, hal yang membedakan adalah keterisian tempat tidur, angka kematian, yang apabila dibandingkan varian Delta, maka angkanya saat ini masih berada jauh,” kata Sigit saat memimpin rapat Vicon ke seluruh jajaran di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/2/2022).

Sigit menegaskan saat ini Indonesia belum dalam kondisi aman dari ancaman penyebaran COVID-19 meskipun ada perbedaan angka BOR rumah sakit dan angka kematian. Fakta di lapangan tetap ada peningkatan terhadap angka kematian, walaupun peningkatannya tidak seperti saat varian Delta merebak.

Mantan Kabareskrim Polri ini menuturkan peningkatan angka COVID-19 harus dijadikan evaluasi dan pemetaan apa yang menjadi penyebabnya. Apakah karena kedisiplinan warga pakai masker berkurang atau interaksi sosial masyarakat yang tinggi tanpa aturan protokol kesehatan (prokes).

“Tentunya harus dikelola disesuaikan dengan SE Mendagri kemudian semua harus dilakukan untuk menekan agar laju pertumbuhan Omicron bisa kita kendalikan,” ujar Sigit.

Mantan Kapolda Banten ini pun membeberkan angka-angka COVID-19 yang terjadi di Indonesia. Secara umum angka kesembuhan Indonesia saat ini sebesar 92 persen atau di atas WHO, yaitu 75 persen. Kemudian angka kematian di bawah standar WHO.

Untuk positivity rate Indonesia berada di angka 16,5 persen atau di atas standar WHO yaitu 5 persen. Tingkat keterisian rumah sakit sebesar 31 persen atau di bawah standar WHO yaitu 60 persen. Keterisian isoter di wilayah DKI Jakarta secara umum berada di rata-rata 28,93 persen.

“Rekan-rekan terkait angka tersebut kita lakukan rapat terbatas evaluasi PPKM. Pak Presiden memberikan perhatian khusus. Beliau ingin ada peningkatan terkait akselerasi vaksinasi yang sudah kita laksanakan dalam waktu 1-2 minggu ke depan,” jelas Sigit.

 

 

 

 

Sigit mengatakan akselerasi vaksinasi saat ini penting dilakukan untuk menghadapi berbagai event baik nasional maupun internasional yang akan digelar. Beberapa agenda di antaranya adalah perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika, NTB, hingga rangkaian acara Presidensi G20 di Bali.

“Ini pertaruhan kita apakah ini bisa berjalan dengan baik atau justru dikurangi atau ditunda kegiatannya karena laju pertumbuhan COVID-19 yang tak bisa kita kendalikan,” tutur Sigit.

Pada kesempatan tersebut, mantan Kadiv Propam Polri ini juga berterima kasih kepada jajarannya yang telah melaksanakan akselerasi vaksinasi. Tercatat dalam waktu satu minggu kemarin angka vaksinasi nasional rata-rata berada di angka 1.177.497.

Sigit pun meminta jajaran mempertahankan bahkan meningkatkan capaian angka vaksinasi dalam waktu beberapa minggu ke depan.

Di sisi lain, Sigit menuturkan kedisiplinan warga dalam penggunaan masker sudah mulai menurun. Padahal, menurutnya, selain vaksinasi, penggunaan masker adalah salah satu upaya untuk melindungi diri dan orang lain agar tak terpapar COVID-19.

Karena itu, Sigit meminta jajarannya di wilayah berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 setempat untuk terus mensosialisasi prokes, khususnya penggunaan masker.

“Kunjungan saya kemarin banyak sekali masyarakat yang tidak pakai masker. Untuk itu, perlu kegiatan atau langkah-langkah sosialisasi prokes dan penggunaan masker,” jelas Sigit. (****)

 

 

 

MS

Tinjau Vaksinasi di NTB, Kapolri Minta Forkopimda Kendalikan Laju Covid-19 untuk Sukseskan Even Internasional

 

 

 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau secara langsung pelaksanaan akselerasi vaksinasi di Rumah Sakit (RS) Mandalika, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan tersebut juga diselenggarakan serentak di provinsi seluruh Indonesia.

Sigit meminta kepada Forkopimda NTB untuk melakukan langkah atau pun strategi dalam rangka penanganan dan pengendalian Covid-19.

Menurut Kapolri, hal itu harus dipastikan agar pelaksanaan even internasional seperti yang berlangsung saat ini, Pramusim Moto GP di Sirkuit Mandalika, dapat berjalan baik dengan tetap memperhatikan faktor kesehatan di tengah lonjakan Covid-19 varian Omicron.

“Khususnya wilayah NTB sebagai wilayah pariwisata yang banyak melaksanakan even internasional. Hari ini sampai tanggal 13 yang dilaksanakan Pramusim Moto GP. Nanti di Maret, akan dilaksanakan kegiatan Moto GP selanjutnya akan ada even internasional lagi. Ini semua harus kita pastikan semua berjalan dengan baik. Salah satunya adalah bagaimana kita mampu mengendalikan laju pertumbuhan Covid-19,” kata Sigit, Jumat (11/2/2022).

Menurut Sigit, percepatan vaksinasi menjadi salah satu strategi serta kesiapan untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang harus dilakukan percepatan terus menerus k edepannya.

“Sehingga tentunya dalam kesempatan ini saya ingatkan kembali kepada masyarakat walaupun angka vaksinasi di NTB cukup tinggi. Sama dengan beberapa wilayah yang lebih dari rata-rata nasional. Namun demikian saya ingatkan masyarakat khususnya yang vaksin dua kali lebih dari enam bulan, untuk ikuti program vaksinasi booster,” ujar Sigit.

Tak hanya itu, mantan Kabareskrim Polri itu juga mengingatkan, pentingnya akselerasi vaksinasi bagi kelompok lanjut usia (lansia). Serta, masyarakat yang berada di wilayah yang sulit terjangkau, kata Sigit, Forkopimda harus melakukan jemput bola terkait hal tersebut.

“Namun, untuk yang lokasi jauh tidak bisa mendatangi gerai vaksin. Tentunya ada strategi yang kita lakukan bagaimana datangi secara mobile atau door to door. Harapan saya tentunya bagaimana dalam beberapa minggu ke depan seluruh masyarakat betul-betul bisa laksanakan vaksinasi dengan baik,” ucap Kapolri.

Lebih dalam, Sigit menyebut, masuknya varian Omicron, menyebabkan positivity rate secara nasional berada di angka 11 persen.

Sedangkan, untuk wilayah NTB saat ini sebesar 5%.

Oleh karena itu, Sigit menekankan, Forkopimda NTB harus melakukan pengendalian Covid-19 secara maksimal. Selain akselerasi vaksinasi, Sigit menyatakan, penguatan kedisiplinan protokol kesehatan (prokes) harus terus dilakukan kedepannya.

“Ini tentunya kesempatan untuk segera lakukan percepatan akselerasi vaksinasi, kesiapan rumah sakit, kesiapan BOR, obat-obatan. Tentunya kita harapkan dilaksanakan pengecekan. Sehingga kita yakin dan menjaga bahwa seluruh masyarakat kita dalam kondisi siap hadapi varian Omicron,” tutur Sigit.

 

 

Dengan kesiapan dan strategi matang penanganan dan pengendalian Covid-19, kata Sigit, hal itu akan terus menjaga laju pertumbuhan perekonomian masyarakat di tengah lonjakan pertumbuhan kasus virus corona.

“Tentunya pengendalian laju Omicron ini menjadi sangat penting. Karena berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah. Tahun kemarin kita berada di angka 3,5%. Harapan kita di tengah Omicron ini pertumbuhan ekonomi kita bisa terus meningkat,” kata Kapolri.

Sigit mengingatkan, untuk menghadapi lonjakan dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan even internasional maupun nasional berjalan dengan baik, sinergitas dan soliditas seluruh stakeholder menjadi sangat penting.

“Sekali lagi, ini menjadi tantangan kita bersama, terus jaga soliditas dan sinergitas seluruh stakeholder untuk hadapi varian baru. Dan kita harus yakin bahwa kita semua bisa lewati situasi yang ada. Masyarakat kita tetap kita jaga walaupun angka meningkat tapi tingkat kematian kita harapkan betul-betul bisa kita minimalkan. Kuncinya bagaimana vaksinasi berjalan dengan baik dan protokol kesehatan betul-betul dilaksanakan dengan baik,” kata Sigit.

Terkait penguatan penanganan dan pengendalian angka harian Covid-19, Sigit juga menyampaikan kepada seluruh jajarannya di Indonesia melalui sambungan virtual. (****)

MS

Kapolri minta pengendalian kasus COVID-19 ditingkatkan jelang MotoGP Sirkuit Mandalika

 

 

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan kepada seluruh jajaran menyiapkan strategi guna mengantisipasi lonjakan pertumbuhan COVID-19 termasuk virus Omicron menjelang MotoGP Mandalika bulan Maret.

“Pengendalian ini sangat peting untuk mencegah penyebaran virus Omicron,” kata Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri acara vaksinasi serentak se Indonesia di Rumah Sakit Mandalika Lombok Tengah, NTB di Praya, Jumat.

Ia mengatakan, secara nasional kasus baru COVID-19 di Indonesia mencapai 11 persen, namun kasus pandemi di NTB masih di bawah rata-rata nasional yakni 5 persen. Salah satu langkah yang paling prioritas guna mencegah penyebaran virus tersebut adalah mendorong percepatan vaksinasi kepada masyarakat.

“Ini kesempatan untuk kita terus mendorong percepatan vaksinasi guna mengantisipasi penyebaran virus COVID-19 di NTB khususnya yang menjadi lokasi ajang MotoGP Mandalika,” kata Kapolri.

 

 

 

 

 

Kapolri berharap juga, kegiatan tes pramusim MotoGP Mandalika ini bisa berjalan dengan baik dan maksimal, namun yang harus dilakukan juga bagaimana mengendalikan pertumbuhan kasus COVID-19.

“Jangan kita lengah dalam penerapan protokol kesehatan COVID-19,” katanya.

Kapolri juga mengimbau kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi dosis satu dan dosis kedua, supaya bisa melaksanakan vaksin booster dosis tiga.

“Pandemi ini tantangan kita bersama, sehingga kita harus melawan virus Omicron tersebut,” kata Kapolri. (****)

 

 

MS

Kapolri minta pengendalian lonjakan COVID-19 dilakukan secara maksimal

 

 

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta semua pihak terkait penanganan pandemi COVID-19 untuk melakukan upaya maksimal dalam mengantisipasi lonjakan COVID-19 varian Omicron yang kini tengah terjadi.

Menurut Kapolri, angka positif COVID-19 akhir-akhir ini terus meningkat, data kemarin mencatat 46 ribu kasus positif. Angka tersebut hampir mendekati puncak angka positif harian COVID-19 di Indonesia yang terjadi Juli 2021.

“Tentunya ini menjadi kewaspadaan bagi kita semua untuk kemudian bersiap-siap, walaupun dalam kesempatan ini kami ingatkan masyarakat tak perlu panik. Namun upaya menghadapi lonjakan ini kita harus lakukan dengan maksimal,” ujar Sigit dikutip dalam keterangan tertulis Divisi Humas Polri, Kamis.

Sigit menyampaikan permintaan itu saat meninjau pelaksanaan percepatan vaksinasi di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), dan juga dilakukan serentak di 34 provinsi yang dipantau secara virtual.

Mantan Kabareskrim itu menjelaskan, semua pihak harus melakukan upaya maksimal dalam penanganan dan pengendalian COVID-19. Diperlukan strategi untuk bisa menekan angka harian kasus positif.

Beberapa strategi yang dapat dilakukan pemerintah daerah dan pihak terkait, yakni melaksanakan percepatan vaksinasi dengan target 100 persen setiap wilayah, utamanya untuk kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia).

Sigit mengaku menerima data untuk vaksinasi dosis pertama secara nasional sudah mencapai 98 persen, sehingga perlu dikejar agar mencapai 100 persen.

Sementara itu, masyarakat yang sudah melaksanakan vaksinasi dosis kedua, dan sudah memasuki rentang waktu enam bulan agar melaksanakan vaksinasi penguat atau booster.

“Karena ini sangat penting, sebab kecenderungan setelah enam bulan tingkat imunitas menurun. Jadi mau tak mau harus dilaksanakan vaksin untuk kemudian meningkatkan imunitas,” ujar Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit mengingatkan pentingnya vaksinasi, termasuk vaksinasi dosis ketiga karena dapat menghindari fatalitas dari paparan COVID-19.

Berdasarkan data yang diperolehnya, rata-rata mereka yang sudah divaksin dosis kedua atau ketiga masih bisa terkena COVID-19 varian Omicron, di mana kecenderungannya pasien tidak mengalami gejala atau bergejala ringan.

“Utamanya yang belum vaksin atau belum lengkap khususnya lansia atau komorbid memang ada beberapa yang mengalami fatalitas atau meninggal. Tolong ingatkan keluarga, tetangga atau masyarakat yang memiliki usia lansia segera vaksinasi,” kata Sigit.

Selain vaksinasi, kata Sigit lagi, strategi penting lainnya adalah pendisiplinan protokol kesehatan. Masyarakat disarankan untuk menggunakan masker dua lapis mengingat tingkat penyebaran varian Omicron lebih cepat dibanding Delta.

“Salah satu penularan yang bisa terjadi manakala masyarakat di tempat kerumunan membuka masker,” ujar Sigit.

Strategi lainnya adalah menyiapkan tempat isolasi terpusat (isoter). Sigit meminta forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) untuk menyiapkan fasilitas tersebut untuk mengakomodir masyarakat yang terpapar COVID-19 namun tidak memiliki tempat isolasi di rumah.

Dengan berada di tempat isoter, menurut Sigit, maka petugas medis akan lebih mudah mengawasi dan memberi pelayanan kesehatan ke masyarakat.

“Di sana (isoter) disiapkan dokter, disiapkan obatnya setiap hari dicek. Ini akan bisa menjadi jauh lebih baik dibanding melaksanakan secara mandiri, karena pasien agak susah mengontrolnya dan risiko tak terjadi penularan tentunya akan sangat sulit diawasi,” katanya pula.

Sigit juga meminta jajaran Polri di seluruh Indonesia untuk kembali mengaktifkan pelaksanaan PPKM mikro untuk mengawasi masyarakat di wilayahnya yang sedang melaksanakan isolasi mandiri.

Menurut dia, PPKM mikro memiliki tugas tambahan mengecek wilayahnya khususnya di wilayah yang diperlukan ada yang isoman diawasi secara ketat.

“Cek apakah sudah dapat obat atau belum. Kemudian dikontrol agar kita menjaga laju varian Omicron ini kita kendalikan,” ujarnya.

Sigit juga memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran yang menggelar kegiatan vaksinasi serentak di Indonesia melalui sambungan virtual. Menekankan kesiapan dan pencegahan terkait lonjakan kasus pertumbuhan COVID-19.

Khusus untuk wilayah Kalimantan Selatan, Kapolri mengingatkan target vaksinasi sebanyak 21 ribu dosis. Capaian target vaksinasi berkat kerja sama dan sinergi dengan forkopimda setempat.

“Dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih, apresiasi atas kerja keras kerja sama dari TNI-Polri dan seluruh pemda baik provinsi, kotamadya maupun kabupaten yang terus bekerja sama membantu percepatan program akselerasi vaksinasi nasional,” kata Sigit. (****)

MS

Kapolri Berkomitmen Beri Pelayanan Terbaik untuk Korban Perempuan dan Anak

 

 

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik dalam penanganan serta penegakan hukum tindak pidana dengan korban perempuan dan anak-anak.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri saat menerima audiensi Komnas Perempuan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/2/2022).

“Jadi pertama terkait dengan concern kita terhadap masalah dan isu perempuan serta anak khususnya. Itu memang menjadi salah satu program yang kemudian saya ingin ditangani serius. Itu juga yang saya sampaikan saat fit and proper test di DPR,” kata Sigit dalam audiensi tersebut.

Dari segi kelembagaan, Sigit mengungkapkan bahwa, saat ini, Polri mengembangkan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) menjadi Direktorat tersendiri di tingkat Bareskrim Polri dan Polda. Hal itu merupakan wujud keseriusan Korps Bhayangkara dalam rangka menangani kasus kejahatan dengan korban perempuan dan anak.

“Karena itu saya sudah sampaikan, sekarang sedang berproses. Dari sisi penanganannya kita ingin ada Direktorat sendiri. Direktorat yang khusus menangani itu. Sehingga kemudian di tingkat Mabes ada bintang satu. Maka di Polda akan ada Direktorat tingkat Polda. Sampai di bawah,” ujar mantan Kapolda Banten itu.

Eks Kabareskrim Polri ini menyatakan, nantinya akan disiapkan personel Polri yang mampu dan mumpuni untuk mengawaki Direktorat tersebut. Dengan diisi jajaran yang profesional dan berintegritas, kata Sigit, hal itu akan menghindari perempuan dan anak mengalami peristiwa menjadi korban dua kali.

“Manakala yang menginterogasi, kemudian yang menangani beda jenis kelamin, akan membuat masalah baru. Sehingga mereka merasa menjadi korban dua kali. Ini kedepan kita proses. Prosesnya memang sedang berlangsung oleh Kemenpan RB,” ucap Sigit.

Meskipun tak keseluruhan diisi wanita, dikatakan Sigit Direktorat PPA itu, nantinya akan didominasi oleh para Polisi Wanita (Polwan). Sehingga secara paralel, menurut Sigit, hal itu akan semakin membuka ruang dan kesempatan bagi para Polwan untuk mengisi jabatan di internal Polri.

“Juga anggota-anggota yang bisa di rekrut mulai dari taruna dan bintara. Sehingga ruang-ruang itu bisa diisi untuk pengembangan karier juga lebih bagus. Dan kita punya bibit ke depannya secara bertahap akan diberikan posisi strategis. Ini bisa diisi jika ada bibit yang banyak. Karena kompetensinya penting. Ini konsep kita secara kelembagaan,” tutur Sigit.

Lebih dalam, Sigit melihat sejauh ini terkait kasus kejahatan dengan korban perempuan dan anak, masih adanya sumbatan komunikasi. Sigit pun memberikan solusi untuk memecah permasalahan tersebut dengan membentuk Liaison Officer (LO) di Komnas Perempuan.

Dengan adanya pendamping itu, Sigit menyebut, kedepannya apabila ada pengaduan yang mengharuskan ditangani oleh Kepolisian maka LO tersebut yang menjadi penghubung informasi antara Komnas Perempuan maupun pihak Kepolisian.

“Kalau memang setuju akan kami siapkan dan kirimkan. Jika ada pengaduan dan ingin meninjau satu tempat, maka LO ini membantu menghubungi Kapolda atau Kapolres. Saya harapkan dari sisi kepolisian bisa merespons isu-isu yang terjadi. Karena kita serius terhadap isu-isu perempuan dan anak,” jelas Sigit.

Lebih dalam, terkait proses peradilan, Sigit juga mengedepankan perlindungan dan kehati-hatian terhadap suasana kebatinan dari para korban.

“Terkait proses peradilan mungkin sangat sensitif memang kita harus melindungi. Disatu sisi hal itu harus diselesaikan secara tuntas. Namun disisi lain suasana kebatinan korban harus dijaga,” ujar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit juga mempersilahkan kepada Komnas Perempuan untuk memanfaatkan aplikasi yang telah disediakan oleh Polri dalam rangka perbaikan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat luas. “Kita tentunya di Propam ada Propam Presisi dan ada Dumas Presisi. Bisa diintegrasikan ke Komnas. Kalau mau dibuat MoU, kita siap,” tutur Sigit. (****)

MS

 

Kapolri minta stakeholder percepat vaksinasi booster cegah Omicron

 

 

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta stakeholder membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi dan booster khususnya kepada kelompok lansia dan anak-anak guna mencegah penyebaran COVID-19 khususnya varian Omicron.

Mantan Kabareskrim itu meminta kepada seluruh stakeholder untuk terus melakukan akselerasi vaksinasi. Di tengah masuknya varian COVID-19 jenis Omicron, Sigit juga mengimbau untuk melakukan percepatan vaksin kepada masyarakat kelompok lanjut usia (lansia) dan anak-anak.

“Dalam kesempatan ini saya ingatkan kepada seluruh masyarakat dan rekan-rekan yang bertugas, untuk membantu melaksanakan akselerasi, untuk mengingatkan kembali khususnya bagi berusia lansia dan kemudian anak-anak. Karena varian Omicron memang berjangkit ataupun menular di segala usia,” ujar Sigit dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Permintaan itu disampaikan Kapolri saat meninjau akselerasi percepatan vaksinasi serentak se-Indonesia bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono di Balairung Budi Utomo, Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, Kapolri mengungkapkan bahwa, target akselerasi vaksinasi ini sendiri ditargetkan sebanyak 1.419.110 dosis. Jumlah itu gabungan untuk menyasar masyarakat yang mendapatkan vaksin dosis satu, dua dan tiga atau booster.

“Kegiatan hari ini kita laksanakan vaksinasi serentak di 34 provinsi dengan target hari ini 1.419.110. Kemudian di wilayah Depok sendiri khususnya tempat ini 2.500 khusus vaksin ketiga atau booster,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, jenderal bintang empat itu jugA mengajak masyarakat khususnya untuk saat ini yang ada di Jabodetabek untuk mengikuti vaksin booster, apabila suntikan dosis keduanya sudah enam bulan. Dalam rangka meningkatkan imunitas terhadap virus COVID-19 varian Omicron.

“Satu-satunya yang bisa dilakukan untuk menghadapi varian yang ada adalah dengan mengikuti vaksinasi. Jadi yang sudah enam bulan dari vaksin kedua khususnya di wilayah Jabodetabek silahkan ikuti vaksin booster,” ujarnya.

Menurut Kapolri, selain Jabodetabek, ke depan wilayah lain di Indonesia juga akan dilakukan percepatan akselerasi vaksinasi khususnya booster. Sehingga pentingnya proses sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya pencegahan maupun antisipasi varian Omicron melalui suntikan vaksin dosis tiga itu.

“Harus selalu diingatkan, perlu upaya untuk mensosialisasikan. Mohon untuk terus diinformasikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Mantan Kabareskrim Polri menjelaskan, Kementerian Kesehatan akan menyiapkan aturan-aturan soal pasien yang terjangkit. Di mana, warga yang positif COVID-19 dengan gejala sedang dan berat, akan dirawat di rumah sakit yang telah disiapkan.

Sedangkan, pasien yang gejala ringan maupun tanpa gejala diperbolehkan untuk melakukan karantina di rumah dengan syarat pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

“Sehingga kemudian, bisa diikuti dengan Puskesmas terdekat terkait dengan obat-obat yang harus dikonsumsi. Sehingga bisa cepat sembuh,” ucap Sigit.

Yang terpenting saat ini, lanjut dia, adalah masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam aktivitas sehari-harinya.

Mantan Kapolda Banten itu mengingatkan agar masyarakat tidak abai menggunakan masker, dan berkumpul tanpa masker.

“Banyak juga yang kemudian lupa dan buka masker. Tolong kali ini diingatkan kembali, bahwa seluruhnya terutama untuk kegiatan yang memiliki interaksi tinggi, tempat kerumunan tolong betul-betul gunakan masker,” paparnya.

Sigit menambahkan, sampai dengan saat ini, pandemi COVID-19 masih melanda seluruh dunia maupun Indonesia. Sebab itu, diharapkan, masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada untuk tidak abai maupun lengah.

Walau sudah ada korban, namun jumlahnya masih jauh dibandingkan gelombang kedua. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga, terutama yang memiliki penyakit penyerta (komorbid) yang masih bisa mengalami fatalitas.

“Ini yang selalu kita ingatkan. Jadi protokol kesehatan, vaksin, yang belum dua kali segera kejar. Yang sudah dua kali, yang akan booster silahkan untuk diikuti di gerai-gerai yang sudah disiapkan,” kata Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit juga menyempatkan untuk memberikan arahan kepada seluruh wilayah di Indonesia melalui sambungan virtual terkait dengan penanganan dan pengendalian COVID-19 dalam rangka pencegahan laju pertumbuhan virus corona. (****)

MS

Cegah Omicron, Kapolri Minta Percepatan Booster Hingga Akselerasi Vaksinasi Lansia-Anak

 

 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Kasum TNI Letjen Eko Margiyono meninjau akselerasi percepatan vaksinasi serentak se-Indonesia di Balairung Budi Utomo, Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Kamis (3/2).

Sigit mengungkapkan target akselerasi vaksinasi ini sendiri ditargetkan sebanyak 1.419.110 dosis. Jumlah itu gabungan untuk menyasar masyarakat yang mendapatkan vaksin dosis satu, dua dan tiga atau booster.

“Kegiatan hari ini kita laksanakan vaksinasi serentak di 34 provinsi dengan target hari ini 1.419.110. Kemudian di wilayah Depok sendiri khususnya tempat ini 2.500 khusus vaksin ketiga atau booster,” kata Sigit.

Mantan Kabareskrim itu meminta kepada seluruh stakeholder untuk terus melakukan akselerasi vaksinasi. Di tengah masuknya varian Covid-19 jenis Omicron, Sigit juga mengimbau untuk melakukan percepatan vaksin kepada masyarakat kelompok lanjut usia (lansia) dan anak-anak.

“Saya ingatkan kepada seluruh masyarakat dan rekan-rekan yang bertugas, untuk membantu melaksanakan akselerasi, untuk mengingatkan kembali khususnya bagi berusia lansia dan kemudian anak-anak. Karena varian Omicron memang berjangkit ataupun menular disegala usia,” ujar eks Kapolda Banten tersebut.

Sigit menekankan, kepada masyarakat khususnya untuk saat ini yang ada di Jabodetabek untuk mengikuti vaksin booster, apabila suntikan dosis keduanya sudah enam bulan. Hal itu, menurut Sigit, dapat meningkatkan imunitas terhadap virus Covid-19 varian Omicron.

“Sehingga tentunya satu-satunya yang bisa kita lakukan untuk menghadapi varian yang ada adalah dengan mengikuti vaksinasi. Jadi yang sudah enam bulan dari vaksin kedua khususnya di wilayah Jabodetabek silahkan ikuti vaksin booster,” ucap Sigit.

Selain Jabodetabek, kedepannya wilayah lain di Indonesia juga akan dilakukan percepatan akselerasi vaksinasi khususnya booster. Dengan begitu, Sigit menegaskan pentingnya proses sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya pencegahan maupun antisipasi varian omicron melalui suntikan vaksin dosis tiga itu.

“Untuk selanjutnya nanti akan diiikuti wilayah lain dan ini tentunya harus selalu diingatkan, perlu upaya untuk mensosialisasikan. Mohon untuk terus diinformasikan kepada masyarakat,” tutur Sigit.

Disisi lain, Sigit menyampaikan Kementerian Kesehatan akan menyiapkan aturan-aturan soal pasien yang terjangkit. Dimana, warga yang positif Covid-19 dengan gejala sedang dan berat, akan dirawat di rumah sakit yang telah disiapkan.

Sedangkan, pasien yang gejala ringan maupun tanpa gejala diperbolehkan untuk melakukan karantina di rumah dengan syarat pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

“Sehingga kemudian, bisa diikuti dengan Puskesmas terdekat terkait dengan obat-obat yang harus di konsumsi. Sehingga bisa cepat sembuh,” ucap Sigit.

Sementara yang paling terpenting saat ini, dikatakan Sigit adalah masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam aktivitas sehari-harinya.

“Bahwa kita melihat disiplin terkait penggunaan masker, kemudian kegiatan-kegiatan yang selama ini dapat interaksi ini, banyak juga yang kemudian lupa dan buka masker. Tolong kali ini diingatkan kembali bahwa seluruhnya terutama untuk kegiatan yang memiliki interaksi tinggi, tempat kerumunan tolong betul-betul gunakan masker,” papar Sigit.

Sigit kembali mengingatkan kepada masyarakat, sampai dengan saat ini, Pandemi Covid-19 masih melanda seluruh dunia maupun Indonesia. Sebab itu, Sigit berharap, masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada untuk tidak abai maupun lengah.

“Sudah ada korban walaupun jumlahnya jauh. Namun demikian kita harus tetap jaga karena komorbid itu masih bisa mengalami fatalitas. Ini yang selalu kita ingatkan. Jadi protokol kesehatan, vaksin, yang belum dua kali segera kejar. Yang sudah dua kali, yang akan booster silahkan untuk diikuti di gerai-gerai yang sudah disiapkan,” kata Sigit.

Sigit juga menyempatkan untuk memberikan arahan kepada seluruh wilayah di Indonesia melalui sambungan virtual terkait dengan penanganan dan pengendalian Covid-19 dalam rangka pencegahan laju pertumbuhan virus corona. (****)

MS

%d bloggers like this: